Wednesday, November 30, 2011

Adikku

Dwi Hermawan.

Adikku yang rupawan wajahnya...
Dimanakah senyum manis yang selalu engkau pantulkan...
Apakah sudah tidak tersisa lagi untuk kakak...
Dimanakah keceriaan yang selalu menghiasi wajahmu...
Apakah sudah habis juga untuk kakak...
Adikku yang santun perangainya...
Mengapa engkau tak sekuat kakak...
Mengapa engkau tak bisa bertahan...
Yang ingin kau dapat itu hanyalah sementara...
Tak ada secuil pun keabadian dari padanya...

Adikku yang baik hatinya...
Jangan hiraukan kata-kata rendah dan cemo'oh dari mereka...
Anggap mereka bak angin yang berlalu lalang...
Mereka tidak tahu Sang Maha Besar telah melalaikannya...
Mereka diperbudak dunia dengan segala kesenangannya...

Adikku yang lembut hatinya...
Percayalah Allah selalu ada disamping kita...
Dia selalu terjaga, dan tidak memiliki rasa kantuk...
Dan Yakinlah...
Dia amat tahu apa yang diperlukan oleh hamba-hambanya...

Adikku yang cita-citanya setinggi langit...
Sang Pencipta Jagat Raya ini sudah menyiapkan rencana terbaik untuk kita...
Engkau menjadi bagian dari skenario terdasyhat-Nya..
Jangan putus harapan...
Kebahagiaan kan kau rengkuh...

Adikku...
Cepatlah engkau sembuh...
Cepatlah engkau sembuh...
Dan cepatlah engkau sembuh...
Banyak impian yang menunggu untuk engkau raih...

Wahai Adikku...
Kebahagiaan kakak adalah ketika melihat engkau tersenyum manis telah meraih cita-cita dan cintamu..

Baca Selengkapnya....

Monday, November 28, 2011

Tahun Baru Hijriah… Ayo Kita Hijrah

Bismillahirrohmanirrohim.....

Tit.tit….Tit..tit… suara dari telepon selular ku berbunyi…(xixixi…ringtone hape jadul)
Kulihat ada pesan baru dari salah seorang sahabatq..
“Selamat Tahun Baru Hijriah .. Semoga Tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya…”


(inet)

Diri nie pun baru sadar, jika hari itu adalah masa pergantian tahun baru Hijriah…. Yaitu 1 Muharram
Ya Allah…ampunilah diri nie yang selalu lalai….

Wahai saudaraku seiman..
Mungkin hal diatas juga saudara rasakan.. Jujur saya pribadi, masih belum begitu memahami semua hal tentang agama saya.. yaitu Agama yang Rahmatan lil alamien.. ISLAM.. Tak lain dan tak bukan dengan sesuatu hal yang telah abaikan selama ini..

Yapz..Tahun Baru Hijriah telah menghampiri kita..

Tapi..apakah kita sudah menyambutnya dengan semangat yang menggebu-gebu…
Berbuat amal kebaikan, mengintrospeksi diri untuk agar lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa.. Allah SWT.

Marilah saudaraku yang selalu berusaha untuk taat.
Dan selalu merindukan kedudukan di samping-Nya..
Ayo kita hijrah..
Dari kebiasaan yang buruk menjadi kebiasaan baik dan penuh manfaat..
Dari sikap dan sifat yang tercela menjadi pribadi-pribadi yang berakhlak mulia..
Dan dari kedzoliman, kejahatan berubah menjadikannya amalan kebajikan amar Ma’ruf Nahi Munkar..
Perbanyak amal, sedekah dan menyantuni anak yatim piatu..

Ya Allah…
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Rahman lagi Maha Rahim yang memberikan nikmat yang sangat banyak, baik ditahun sebelumnya dan yang akan datang kepada kami nantinya.., sudah sepantasnyalah kami bersyukur tak henti-hentinya kepada-MU.



Ya Rabb,
Seandainya Engkau menghendaki niscaya kamilah yang ditakdirkan hidup penuh dengan sengsara. Tetapi karena kasih sayangMU ya ALLAH, sehingga kami Engkau hidupkan sebagai orang-orang yang penuh nikmat… Begitu juga nikmat yang Engkau berikan untuk dapat berjumpa dengan tahun yang baru dan penuh berkah ini..

Ya Aziz,
Kami hanya bisa menangis melihat penderitaan saudara-saudara kami, tetapi kami hanyalah makhluk yang lemah dan tidak bisa berbuat banyak. Tiada daya dan upaya kecuali milik ALLAH saja.

Ya ALLAH,
Ya Tuhan kami, sesungguhnya bersyukur kepadaMU tidaklah cukup hanya dengan berucap “Alhamdulillah”. Tetapi makna bersyukur adalah hati dan mulut yang sentiasa berdzikir menyebut namaMU, kepala yang membungkuk mengerjakan salat untuk bersujud menyembahMU, perut yang menahan lapar dahaga dan tangan yang membayar zakat atas segala harta titipan-Mu… sesungguhnya Engkau ya Allah adalah pemilik alam semesta, Maha Kaya dan tidak meminta apa-apa pun dari makhluk-Mu.

Ya ALLAH,
Sekalipun seluruh manusia di muka bumi ini tidak menyembah-MU, maka kemuliaan-MU tidak berkurang setitik pun. Tetapi kami ya Allah, kami yang senantiasa mengharapkan kemurahan-Mu dan belas kasihan-Mu…

Karena itu Ya Allah, Terimalah amal ibadah kami, maafkanlah segala kekurangan kami, ampuni segala dosa yang kami kerjakan dan dosa dimasa mendatang…
Ya ALLAH, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan di akhirat nanti. Dan jauhkan kami dari siksa api neraka…

Ya Akhi..Ya Ukhti..
Semoga di tahun yang baru ini, kita selalu berusaha menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala Larangan-Nya.
Kita manfaatkan hidup yang sekali-kali di dunia ini dengan sebaik-baiknya, terus berusaha memperbaiki diri untuk menjadi pribadi-pribadi terbaik. Menjalankan amanah kita sebagai seorang Khalifah di muka bumi ini…

“Semangat Kebaikan”

Amien… Ya Robbal Alamin…

Baca Selengkapnya....

Friday, November 25, 2011

Ya Rabb

Hari ini peristiwa itu terjadi lagi, membuat diri nie mengelus dada. Rasa sedih, marah, dan perasaan bersalah menjadi satu. Huft.....

Ya Rabb....

Ampunilah segala dosa hamba..
Dosa Bapak Ibu hamba..
Adik-adik hamba.. sanak saudara
Kakek dan nenek hamba..
Ampunilah hamba selalu berkata-kata kasar dan membentak kepada kedua orang tua hamba..

Ijinkan hamba membahagiakan mereka sebelum engkau panggil.
Ijinkan hamba membuat mereka tertawa dan tersenyum kecil ketika hamba berhasil..

Ya Allah...
Ampunilah hamba jika selalu berbuat maksiat dan dzolim kepada sesama..
Ampunilah jika pikiran-pikiran hamba selalu picik dan kotor
Dan ampunilah ya Allah... jika tubuh dan panca indera yang engkau berikan, kami pergunakan untuk hal-hal keji.

Ya Aziz...
Hamba begitu rapuh dan lemah...
Kuatkanlah selalu diri hamba untuk dapat memikul tanggung jawab yang engkau amanahkan ya Allah...
Janganlah engkau buat diri ni terlena akan kenikmatan dunia yang sesaat ini...

Ya Rahman..
Engkaulah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..
Maha Berkehendak atas segalanya..
Tanamkanlah dalam diri ini sifat-sifatmu yang agung.
Hilangkanlah sifat tercela dalam diri nie yang penuh debu...
Jadikanlah hamba ini utusan yang selalu menebarkan kasih dan sayang kepada sesama...
Sebagaimana Rasulullah SAW yang terus memupuk benih-benih kasih dan sayang untuk seluruh umat

Ya Rohim
Jadikanlah hamba sosok yang kehadirannya selalu membawa manfaat bagi orang lain..
Kehadirannya selalu membawa kebahagiaan dan ketentraman..

Amien.. Ya Robbal Alamin...

Baca Selengkapnya....

Wednesday, November 23, 2011

Kisah Burung Gagak


Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan
pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di
sekitar mereka.

Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu
menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,
“Nak, apakah benda itu?”
“Burung gagak”, jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi
pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu
menjawab dengan sedikit kuat,
“Itu burung gagak, Ayah!”

Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.
Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama
diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.

Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang
serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal
kepada si ayah,

“Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi
membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang
sabar dan menjadi marah.

“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal
hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya
katakan????

Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang
kebingungan.

Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu
kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.
“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah.

Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba
seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan
bertanya,
“Ayah, apa itu?”
Dan aku menjawab,
“Burung gagak.”

Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku
menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi
rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.
“Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.”
Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si

Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,
“Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau
telah hilang kesabaran serta marah.”
Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya
memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.

PESAN:
Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.
Kita sudah banyak mempelajari tuntunan Islam apalagi berkenaan dengan berbakti
kepada kedua orangtua.Tapi berapa banyak yang sudah dimengerti oleh kita apalagi
diamalkan???
Ingat! ingat! Banyak ilmu bukanlah kunci masuk syurganya Allah.

Semoga Bermanfaat...


Baca Selengkapnya....

Tuesday, November 22, 2011

Cinta Selalu Bersemi

“sayangku dapatkah kau merasakan
betapa besarnya rasa cintaku untukmu
cintaku pernahkah kita menduga
di antara kita ada rasa yang membara”


sepenggal lirik lagu dari Band kenamaan tanah air… dan temanya pun tentang cinta..
pastinya berbicara mengenai cinta, tidak akan ada habis-habisnya,,, Bukan hanya tentang cinta dengan si Dia. Karena rasa cinta itu tidak terfokus hanya kepada kekasih hati semata. Lebih-lebih kepada Sang Pemilik Alam Jagat Raya ini, yang kasih dan cinta-Nya selalu ditebarkan di hamparan bumi ini.

Dan tidak kepada-Nya saja kita berbagi cinta dan kasih, melainkan kepada sesama umat manusia, kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW. Untuk kedua orang tua kita, saudara, kerabat, guru, serta teman dan sahabat kita juga.
Oza.. pastinya juga terhadap Alam, kita selalu mencintai dan merawatnya. Allahpun telah menjadikan kita sebagai Khalifah di muka bumi ini, jadi wajib bagi kita memelihara keseimbangan alam ini.

Namun beberapa hal yang sekarang terjadi di masyarakat kita, banyak anak-anak remaja yang sudah mengenal dengan cinta terhadap sesama lawan jenis. Mungkin karena pergaulannya ataukah karena tayangan-tanyangan di TV yang kurang mendidik. Banyak acara-acara yang menyuguhkan tentang kisah kasih orang dewasa, yg justru penonton-penontonnya masih dibawah umur. Dan pastinya belum saatnya kan mereka mengetahui bahkan menerapkannya di kehidupan mereka. Resah sebenarnya melihat keadaan kita seperti itu.

Semoga kita para orang tua, dan anggota keluarga lainnya selalu lebih selektif dalam memilih tayangan ataupun acara yang berkualitas untuk buah hati kita..
“ haha.. jadi kayak anggota Lembaga Penyiaran Televisi Indonesia..

Satu lagi yang sering terjadi akibat bersikap salah karena cinta. Banyak diberitakan pula yang putus cinta dengan pacar (kekasih), rela bunuh diri karena merasa hidupnya tiada guna lagi tanpa si Dia
Ataupun karena seseorang yang cintanya bertepuk sebelah tangan alias orang yang dicintainya tidak membalas cintanya sampai minggat dari rumah. Hufth… sampai segitunya za..!!

Allah SWT pun berfirman dalam Alqur’an Surat An-Nuur ayat 26 yang berbunyi :


Artinya :
“ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).”

Dalam surat Ad-Dzariyaat ayat 49 pun yang berbunyi :


Artinya :
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”

Ayat-ayat diatas pun menjelaskan bahwa Allah menciptakan kita berpasang-pasangan. So.. jadi jangan putus asa untuk mencari pasangan hidup yang akan mendampingi kita. Dibalik putusnya atau tidak terbalaskan cinta kita, pasti rencana dasyhat telah Allah persiapkan untuk kita jiwa-jiwa yang selalu penuh kasih dan cinta. Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).

Wahai saudaraku yang cintanya begitu besar kepada kekasihnya…
Janganlah engkau curahkan sepenuhnya rasa cintamu hanya kepada si Dia saja… Tebarkanlah sepenuhnya kasih dan cintamu juga untuk kedua orang tua kita. Kepada teman dan sahabat. Kepada guru dan orang-orang disekitar kita. Toh jika mereka belum bisa membalas rasa cinta kita, Allah kan membalaskannya dengan cara yang indah dan terbaik.

Begitupun rasa cinta kita kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Dan juga kepada Allah haruslah dengan sepenuh hati. Allah pasti kan membalas dan mengasihi kita dimanapun kita berada.

Saudaraku yang cintanya membahagiakan sesame….
Semoga Cinta kita Kepada-Nya selalu bersemi. Baik di kala kita sedang bahagia dan saat kita dalam kesedihan.
Jangan kesampingkan rasa cinta Sang Maha Pemberi Kasih dan Cinta.
Jadikanlah Allah kekasih hati kita, Dialah yang paling mengerti dan mengetahui tentang kita.

Tebar benih-benih cinta kita, semoga kan selalu bersemi. Membawa seribu kebaikan dan kebahagiaan bagi semua.

Amien Ya Robbal Alamin.......

Baca Selengkapnya....

Saturday, November 19, 2011

Niat dari Hati

Dewasa ini, pasti sudah banyak yang kita lakukan dan perbuat di dunia ini. Baik membina hubungan sesama umat manusia, dan juga hubungan dengan Sang Pencipta Alam Jagat Raya ini. Serta yang telah kita berikan untuk keluarga, teman, sahabat, guru ataupun orang-orang disekitar kita. Memberikan hadiah buat kedua orang tua, menolong teman yang kesusahan, bercengkerama dengan sahabat tercinta. Dan juga menghormat kepada bapak ibu guru kita.


Beramal, bersedekah untuk fakir miskin, menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yatim.
Semua kegiatan itu pasti didasari oleh sebuah niat. Beramal itu penting.


Tetapi jika tidak ada pondasi niat yang baik, semua amal itu menjadi sia-sia belaka. Ibarat manusia, raga tanpa ruh tidak bisa melakukan apa-apa. Begitu juga dengan niat. Niat yang salah bukan saja memberi dampak tidak baik baik orang lain, tetapi juga pada diri kita sendiri.

Semoga Allah senantiasa menganuegrahkan kepada kita untuk selalu berniat yang baik,tulus dan ikhlas,,,
Menjadikan perbuatan atau amal yang kita lakukan menjadi lebih bernilai.


Wahai saudaraku yang hatinya dipenuhi kebaikan dalam niatnya…

Ketika kita beramal, apakah sudah baik dan benar niat kita? Terkadang perasaan ujub, riya’,dan pamer seringkali menyelimuti perbuatan amal kita…
Ketika kita beribadah kepada-Nya,,, apakah niat kita sudah sejalan dengan ibadah kita? Apakah karena terlena pujian, sehingga kita ingin menunjukkan ketaqwaan kita kepada sesama manusia.

Semoga niat kita adalah niat yang tulus, ikhlas, dan pondasi dasar kebaikan yang kita lakukan. Dan tidak satupun yang terkontaminasi dengan perasaan ingin dipuji, dihargai, riya’, sombong dan angkuh…

Tak ubahnya jika kita menghadapi masalah atau problema kehidupan..
Ada banyak suntikan motivasi yang mengutarakan “Jika ada niat dan kemauan, pasti ada jalan..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan amal-amal kalian, tetapi Dia
melihat kepada hati dan niat kalian.” (HR.Muslim)

Segala niat murni yang baik senantiasa mendapat
perhitungan dan ganjaran Allah apalagi jika datang dari hati kecil seorang yang miskin yang mau membantu saudaranya yang terkena musibah, biarpun diri serba payah dan serba kekurangan. Sesuai dengan Firman Allah Ta’ala dalam Surat An-Nisa’ ayat 114 :


Artinya :
“ Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. ”


Wahai Saudaraku yang baik perangainya…
Marilah kita perbaiki niat dalam melakukan sesuatu hal..
Ketika Beramal…
Ketika Bersikap…
Dan ketika kita Beribadah

Baik diri ini pun kan selalu berusaha memperbaiki dan memperindah niat…
Niat yang tulus, ikhlas dari hati,,akan membuat apa yang kita lakukan lebih bernilai.
Lebih-lebih kepada Allah Azza wa Jalla

Semoga bermanfaat……

Selalu Semangat....OK..!

Baca Selengkapnya....

Wednesday, November 16, 2011

Kekuatan Ilmu

“ Carilah Ilmu sampai ke negeri Kediri “
Hehe..maaf Cina nya saya ganti dengan Kediri. Perumpamaan yang memberikan arti bahwa akan pentingnya sebuah ilmu. Jadi sampai ke ujung dunia pun kita bisa mencari ilmu.


Semoga Allah yang merajai segala ilmu, mengaruniakan kepada kita hati yang begitu cinta kepada ilmu.
Dan selalu memudahkan kita memahaminya, mengamalkan, danmenyampaikannya kepada saudara kita yang lain. Tidak ada yang bisa dilakukan tanpa ilmu. Tanpa ilmu, kita tidak akan bisa melakukan hal apapun. Tanpa ilmu, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Semakin sedikit ilmu, semakin sedikit pula apa yang bisa kita lakukan. Jadi segalanya harus dengan ilmu.
Siapapun yang ingin melakukan banyak hal dg leluasa dan baik kuncinya adalah ilmu.

Ilmu bagaikan cahaya yang membuat orang bisa menikmati kehidupannya, seseorang tanpa ilmu akan serba sulit kehidupannya.

Negara kita Indonesia adalah Negara besar, kekayaannya pun melimpah ruah dari sabang sampai merauke. Sumber daya alamnya luar biasa dasyat, hasil laut dan buminya tak kalah dasyatnya. Tetapi fakta, kenapa justru Negara-negara tetangga yang lebih kecil dari Indonesia bisa lebih maju dan berkembang pesat karya-karyanya. Kenapa banyak perusahaan nasional yang dibeli oleh perusahaan asing, perusahaan minyak di Negara terdekat kita yang dulu belajar dengan perusahaan nasional Indonesia, kini melesat menjadi perusahaan ternama.

Salah satu kuncinya mereka dalam membangun bangsa adalah dengan Investasi Ilmu. Mereka tidak segan-segan menyebarkan rakyatnya untuk belajar dan menuntut ilmu ke seluruh penjuru dunia. Pastinya karena korupsi tidak membahana di Negara mereka, beda dengan para wakil rakyat di Negara kita yang sibuk menghabiskan uang rakyat hanya untuk studi banding keluar negeri yang tak tau jelas tujuannya. Fakta lagi di Negara kita, berapa banyak orang yang menghabiskan uangnya hanya untuk membeli rokok dibandingkan membeli Koran-koran atau buku.

Wahai para wakil rakyat, para sarjana-sarjana dan saudara-saudaraku setanah air…..
Jangan berhenti mencari ilmu, menuntut ilmu. Ibaratkan diri kita ini adalah gelas kosong, yang siap terus untuk diisi dengan air. Karena terkadang ketika kita sudah punya jabatan tinggi, kedudukan terpandang, dan gelar ternama, kita mulai malas untuk mencari ilmu. Karena kesombongan akan ilmu kita. Jangan sampai itu terjadi.

Surat Al-Alaq yang pertama kali turunpun berisi tentang perintah membaca (ilmu). Dari tafsir Bpk Quraish Shihab perintah tersebut bukan hanya berarti membaca saja. Tetapi menghimpun.
Di dalam Alqur’an juga telah dijelaskan di Surat Al-Mujaadilah ayat 11 yang berbunyi ;



Artinya :
“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“

Ayat di atas menyebutkan betapa pentingnya Ilmu. Allahpun bahkan akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu.
Dalam Hadist, Rasulullah SAW pun bersabda; “ Barang siapa menginginkan kebahagiaan dunia maka ia harus mencapainya dengan ilmu; barangsiapa menginginkan kebahagiaan akhirat maka ia harus mencapainya dengan ilmu, dan barangsiapa menginginkan kebahagiaan kedua-duanya maka ia harus mencapainya dengan ilmu.” (HR. Tabrani)

Wahai saudara-saudaraku yang begitu mencintai ilmu…
Tanamkanlah semangat dalam diri kita untuk menuntut ilmu. Setiap hari kita harus punya ilmu baru, wawasan baru, dan pengalaman baru. Dan semoga ilmu yang kita dapat, bermanfaat bagi kita semua.
Serta semoga kita tergolong orang-orang yang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Yang pastinya karena dengan ilmu.

Amien… Amien Ya Robbal Alamin…

SEMANGAT KAWAN…..!!!

Baca Selengkapnya....

Sunday, November 13, 2011

Mencintai dan Memakmurkan Rumah Allah

Suara takbir menggema dimana-mana..
Di mushola-mushola.. di Masjid, dan bahkan di jalan-jalan raya…
Begitu banyak orang-orang dewasa dan anak-anak berbaur menjadi satu…
Tampak kebahagiaan tersirat di wajah mereka…
Tak putus-putusnya senyum dan suara takbir mereka lantunkan


Hari itu memang hari bahagia, hari dimana-mana semua umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan menunaikan ibadah shaum. Kebahagiaan mereka bersatu padu menyambut hari raya itu..
Karena, semua keluarga yg merantau kan pulang ke kampung, berkumpul dengan sanak saudara, dan anak-anak mereka. Begitu pun pada hari raya qurban tahun ini.

Tapi…..
Ada sesuatu yang membuat hati ini risau jika telah meninggalkan bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri serta Idul Adha..
Masjid-masjid yang dulu sewaktu datangnya bulan suci, selalu penuh dengan para jamaah…
Suara lantunan ayat suci pun terdengar berkumandang tak ada henti-hentinya di mushola-mushola…

Namun itu tidak berlangsung lama… Setelah hari raya selesai masjid dan mushola mulai sepi lagi.. paling hanya beberapa segelitir orang yang masih selalu singgah di tempat peraduan Allah itu..
Bahkan yang lebih sering datang ke masjid hanya orang-orang tua, yang terkadang terdengar selingan batuk-batuk yang bersahutan ketika melakukan shalat jamaah ataupun pada saat melantunkan pujian dan shalawat.
Itulah potret kita wahai saudaraku seiman.. Terkadang pun masjid dibiarkan kotor sampai sarang laba-laba ikut menghiasinya..

Di dalam Alqur’an pun telah dijelaskan di Surat At-Taubah ayat 18 yang berbunyi ;


Artinya,;
“ Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS. At-Taubah : 18)

Serta dalam hadist Rasullullah pun telah disebutkan bahwasanya ada 7 golongan manusia yang akan mendapat naungan (perlindungan) Allah pada hari kiamat. Hari dimana tidak ada perlindungan lain (yang dapat menolong) kecuali perlindungan illahi. 7 Golongan tersebut adalah ;

1.Imam yang adil
2.Pemuda yang tekun beribadah kepada Allah.
3.Laki-laki yg terpaut hatinya dalam masjid, tatkala dia keluar dari situ sampai dia kembali ke dalamnya.
4.Dua orang yang saling cinta-mencintai karena Allah, berkumpul dan berpisah karena Allah
5.Laki-laki yang mengingat Allah diwaktu sunyi, kemudian meneteskan air mata.
6.Laki-laki yang dirayu oleh wanita berkedudukan tinggi dan rupawan untuk melakukan zina, tetapi dia menolak dan berkata; “ Saya takut kepada Allah.”
7.Laki-laki yang memberikan sedekah secara diam-diam sehingga tangan kirinya pun tidak sampai mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya. (H.R. Bukhori Muslim)

Ya akhi… Ya Ukhti…
Yang rupawan hati dan lakunya,,,

Marilah kita memakmurkan dan mencintai rumah Allah..
Menjadikannya tempat yang terindah
Mengisinya dengan kegiatan ubudiyah dan amaliyah..serta kegiatan lain yang diridhoi oleh Allah SWT.

Meskipun masjid dan mushola seluruhnya terbuat dari marmer yang berates-ratus juta harganya, tikarnya pun terdiri dari permadani-permadani luar negeri, dihiasi dengan lampu indah berwarna warni.
Tetapi didalamnya hampa akan kegiatan-kegiatan, tidak ada semangat memakmurkan masjid maka tak ubahnya dengan kuburan-kuburan yang tersusun dari batu marmer dan pualam, tidak memberi faedah pun bagi masyarakat di sekitarnya

Semoga kita tergolong orang yang hatinya selalu terpaut dengan rumah Allah (Masjid), sehingga di hari terakhir zaman (Hari Kiamat) kita mendapat naungan-Nya.

Amien.. Amien Ya Robbal Alamin…


Artikel yang boleh banget lainnya :
1.Bagaikan seorang PETANI
2.Kerinduan Hati
3.Ya Rabb
4.Kesabaran tiada batasnya
5.Hindari prasangka buruk

Baca Selengkapnya....

Thursday, November 10, 2011

Hari Pahlawan

Hari ini tepatnya tanggal 10 November diperingati sebagai hari Pahlawan...
Baik Pahlawan yg gugur di medan perang, maupun yang memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan gender.
Namun da yang merisaukan hal itu,lebih-lebih bagi Pahlawan tanpa tanda jasa (guru).


Maaf sebelumnya buat Bapak Ibu Guru Tercinta..
Ini hanya uneg2 q yang beberapa hari ini terus menyalahkan beliau2 yang tulus mendidik saya..

Hal ini menimpa adik saya tercinta... Beberapa hari nie terkena musibah yang berhubungan dg dunia gaib... Dia sudah tidak masuk sekolah selama seminggu.. sampai sedemikian parahnya kejadian yg menimpa adik saya, pihak sepertinya tidak mau tau dengan hal yang terjadi pada adik saya..
Dalam hati kecil saya menggerutu, " apakah tidak pentingnya anak didik mereka?.. " apakah mereka disekolah hanya bertugas mengajar saja tanpa memperdulikan kondisi dan perkembangan anak didiknya? Ya Allah hilangkanlah pikiran picik nie...

Tidakkah wali kelas, guru BK atau bahkan Kasek minimal menanyakan murid2 nya yang tidak masuk, karena pa? Tidak kah mereka sedikit bingung akan ketidak hadiran anak didiknya? pikiran2 jelek itu terus bergelayut..!!! mengecam sosok yang menjadi pujaan dan cita-cita saya..
Meskipun tidak semua guru seperti itu...

Wahai calon-calon guru masa depan, yg akan terus menciptakan generasi penerus bangsa....

Jadilah pendidik yang amanah... yang menjadi orang tua kedua di sekolah.. yang jadi sandaran kami penuntut ilmu...

Karena semua yang kita lakukan pasti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Khalik nantinya...

Jadilah engkau Pahlawan tanpa tanda jasa yang sejati..
Selamat Hari Pahlawan....

Baca Selengkapnya....

Saturday, November 5, 2011

Bersyukur atas karunia-Nya

Every day ... week ... month and year .. we have been through ..
Surely many of the events that we had passed ..
Starting from the smallest to the biggest thing for us ..
Sparing of words .. we started to get out of bed and then to meet again the soft mattress.


Without us knowing it was a gift from Allah ..
Many of our brothers who today can not experience life in another world.
Can not have fun with family and children..
Can no longer meet the lover and his friend ..

So when we just wake up from sleeping soundly, say for a moment an expression of gratitude for life that still allow our stopover here on Earth God's tuk this ..
Say the sentence tahmid .. "Alhamdulillahirobbil alamin" ..

All Praise To God. Lord of Hosts.
Be grateful for the pulse is still beating .. and also the heart that still beats ..
Everyone in this world would have a problem / problems respectively ..
And sometimes some of us often collapsed because of it ..
But if we can take ibhrah of all that we face, we'll be able to finish it easily and wisely ..

Ya Akhi..Ya Ukhti..
When we are faced with severe problems and make us as one of the most unfortunate in this beautiful land ..

Try to look at and consider the situation around you .. how is the situation of people around you ..? Believe me, that among us there are still many people who are even more miserable than our lives. So, do not further decline to a state that is not happy and fix yourself.
God must have had a wonderful plan behind it all .. Stay pronounce gratitude for all His gifts. Set out for istiqomah trust Nature to the Creator of this Universe ..

Amien Ya Robbal Alamin ...^_^

Baca Selengkapnya....