Sunday, November 13, 2011

Mencintai dan Memakmurkan Rumah Allah

Suara takbir menggema dimana-mana..
Di mushola-mushola.. di Masjid, dan bahkan di jalan-jalan raya…
Begitu banyak orang-orang dewasa dan anak-anak berbaur menjadi satu…
Tampak kebahagiaan tersirat di wajah mereka…
Tak putus-putusnya senyum dan suara takbir mereka lantunkan


Hari itu memang hari bahagia, hari dimana-mana semua umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan menunaikan ibadah shaum. Kebahagiaan mereka bersatu padu menyambut hari raya itu..
Karena, semua keluarga yg merantau kan pulang ke kampung, berkumpul dengan sanak saudara, dan anak-anak mereka. Begitu pun pada hari raya qurban tahun ini.

Tapi…..
Ada sesuatu yang membuat hati ini risau jika telah meninggalkan bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri serta Idul Adha..
Masjid-masjid yang dulu sewaktu datangnya bulan suci, selalu penuh dengan para jamaah…
Suara lantunan ayat suci pun terdengar berkumandang tak ada henti-hentinya di mushola-mushola…

Namun itu tidak berlangsung lama… Setelah hari raya selesai masjid dan mushola mulai sepi lagi.. paling hanya beberapa segelitir orang yang masih selalu singgah di tempat peraduan Allah itu..
Bahkan yang lebih sering datang ke masjid hanya orang-orang tua, yang terkadang terdengar selingan batuk-batuk yang bersahutan ketika melakukan shalat jamaah ataupun pada saat melantunkan pujian dan shalawat.
Itulah potret kita wahai saudaraku seiman.. Terkadang pun masjid dibiarkan kotor sampai sarang laba-laba ikut menghiasinya..

Di dalam Alqur’an pun telah dijelaskan di Surat At-Taubah ayat 18 yang berbunyi ;


Artinya,;
“ Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS. At-Taubah : 18)

Serta dalam hadist Rasullullah pun telah disebutkan bahwasanya ada 7 golongan manusia yang akan mendapat naungan (perlindungan) Allah pada hari kiamat. Hari dimana tidak ada perlindungan lain (yang dapat menolong) kecuali perlindungan illahi. 7 Golongan tersebut adalah ;

1.Imam yang adil
2.Pemuda yang tekun beribadah kepada Allah.
3.Laki-laki yg terpaut hatinya dalam masjid, tatkala dia keluar dari situ sampai dia kembali ke dalamnya.
4.Dua orang yang saling cinta-mencintai karena Allah, berkumpul dan berpisah karena Allah
5.Laki-laki yang mengingat Allah diwaktu sunyi, kemudian meneteskan air mata.
6.Laki-laki yang dirayu oleh wanita berkedudukan tinggi dan rupawan untuk melakukan zina, tetapi dia menolak dan berkata; “ Saya takut kepada Allah.”
7.Laki-laki yang memberikan sedekah secara diam-diam sehingga tangan kirinya pun tidak sampai mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya. (H.R. Bukhori Muslim)

Ya akhi… Ya Ukhti…
Yang rupawan hati dan lakunya,,,

Marilah kita memakmurkan dan mencintai rumah Allah..
Menjadikannya tempat yang terindah
Mengisinya dengan kegiatan ubudiyah dan amaliyah..serta kegiatan lain yang diridhoi oleh Allah SWT.

Meskipun masjid dan mushola seluruhnya terbuat dari marmer yang berates-ratus juta harganya, tikarnya pun terdiri dari permadani-permadani luar negeri, dihiasi dengan lampu indah berwarna warni.
Tetapi didalamnya hampa akan kegiatan-kegiatan, tidak ada semangat memakmurkan masjid maka tak ubahnya dengan kuburan-kuburan yang tersusun dari batu marmer dan pualam, tidak memberi faedah pun bagi masyarakat di sekitarnya

Semoga kita tergolong orang yang hatinya selalu terpaut dengan rumah Allah (Masjid), sehingga di hari terakhir zaman (Hari Kiamat) kita mendapat naungan-Nya.

Amien.. Amien Ya Robbal Alamin…


Artikel yang boleh banget lainnya :
1.Bagaikan seorang PETANI
2.Kerinduan Hati
3.Ya Rabb
4.Kesabaran tiada batasnya
5.Hindari prasangka buruk

No comments:

Post a Comment