Wednesday, December 21, 2011

7 Kunci Kebahagiaan di Dunia (1)

Siapa ingin hidupnya bahagia? Pastinya jawabanya semua ingin bahagia dalam hidupnya bukan…!! Begitupun dengan diri saya sendiri.
Kebahagiaan yang hakiki baik di dunia dan di akhirat nanti.
Semoga kita mendapatkannya… Amien….


Pada zaman Rasulullah SAW dahulu, ada seorang sahabat yang bernama Ibnu Abbas. Beliau selalu telaten dalam menjaga dan melayani Nabi Muhammad SAW. Suatu ketika ia pernah secara khusus didoakan Rasullullah. Selain itu, saat usia 9 tahun, Ibnu Abbas pun telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di masjid. Subhanallah…
Oleh karena kedekatan beliau dengan Rasullullah, ia pernah ditanya oleh para tabi’in (generasi sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW) tentang Kebahagiaan di Dunia. Dan beliau pun menjawab ada 7 kunci kebahagiaan di dunia. Salah satu dari ke tujuh kunci tersebut adalah :

1.Qolbun syakirun (hati yang selalu bersyukur)

Bukanlah materi berupa rumah, kendaraan, pakaian, dan mungkin kedudukan yang membuat kita bahagia di dunia. Melainkan hati yang selalu bersyukur. Yang berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah).

Di dalam hidupnya tiada ambisi yang berlebihan, itulah nikmatnya bagi jiwa yang selalu bersyukur. Semua harta yang kita miliki pun adalah titipan Allah. Dan sebagiannya pun ada hak untuk saudara-saudara kita yang kekurangan.

Mengutip dari perkataan Aa Gym tentang Rumus Tukang Parkir.
Tukang Parkir tiap hari mobil dan motornya banyak, dan selalu berganti-ganti. Kendaraannya diambil dia tidak marah.
Mengapa demikian saudaraku…
Karena Tukang Parkir hanya merasa dititipi, dan tidak merasa memiliki. Begitu juga dengan kita, semua yang kita miliki adalah amanah Allah yang diberikan kepada kita.

Banyak hikmah yang bisa kita petik dari kejadian-kejadian di dunia ini.
Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah, ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.

Coba lihat beberapa gambar di bawah ini saudaraku…



Ilustrasi(Inet)

Ketika anak-anak kita tumbuh dengan makanan yang berisi gizi dan nutrisi yang cukup…
Disana masih banyak anak saudara kita yang kurus kering karena kurang vitamin…

Bukankah kita seharusnya bersyukur atas nikmat Allah yang telah memberi kesehatan?
Adakah kita pergunakan kesehatan untuk banyak beribadah kepada Allah?

Saudara yang lembut hatinya…
Masih banyak saudara kita di belahan dunia lain, atau bahkan di negeri Indonesia tercinta, yang hidupnya serba kekurangan.

Yang menjalani hidup dengan derai air mata, yang buta huruf dan tidak tahu apa-apa,yang tidak bisa makan sampai kenyang serta harus makan apa adanya,
Yang tidak menikmati masa kecilnya,dan yang tidurnya beralaskan tikar dan tanah.

Semua itu jauh dari apa yang kita rasakan sekarang bukan!
Senyum dan tawa menghiasi kita, anak-anak kita yang sehat, punya pakaian yang bagus,
dapat bermain sepuasnya.
Bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, dan juga dapat tidur dengan nyenyak di tempat tidur yang empuk…

Ya ALLAH, seandainya ENGKAU menghendaki niscaya kamilah yang ditakdirkan hidup penuh dengan sengsara. Tetapi karena kasih sayangMU ya ALLAH, sehingga kami ENGKAU hidupkan sebagai orang-orang yang penuh nikmat…


"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [16. An-Nahl :18]

Ya Allah…
Jadikanlah hati ini selalu istiqomah bersyukur kepada-Mu
Selalu ingat Engkau…
Di kala susah maupun di saat bahagia kami..

Seorang yang Ahli syukur , bila sedang kesulitan maka ia segera ingat Sabda Rasulullah SAW, yaitu “Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita” dan bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya.”

Semoga kita tergolong orang-orang yang ahli syukur….
Amien..Ya Robbal Alamin…

“Semangat Bersyukur” ^_^

No comments:

Post a Comment