Assalamua'laikum....saya ingin berbicara satu cerita yang saya dapat dari internet
Ada seseorang bercerita mengenai kisah adiknya dan membahasakan dirinya sebagai SAYA dalam ceritanya :
Adik saya seorang gadis yang baru menginjak dewasa tetapi agak kasar dan suka berkelakuan seperti lelaki. Ketika usianya 17 tahun perkembangan tingkah lakunya benar-benar membimbangkan ibu.
Dia sering membawa teman-teman lelakinya pulang ke rumah. Situasi ini menyebabkan ibu tidak senang tambahan pula ibu merupakan guru Al-Quran. Untuk menghindarkan dari pergaulan yang terlalu bebas, ibu telah meminta adik memakai kerudung. Permintaan ibu itu ditolaknya sehingga sering kali terjadi pertengkaran-pertengkaran kecil antara mereka.
Pernah pada suatu masa, adiknya berkata dengan suara yang agak keras, " coba ibu lihat, orang-orang lain pun ada yang anaknya pakai kerudung, tapi perangainya sama aja macam orang yang tak pakai kerudung. Sampai kawan-kawan Ani dekat sekolah, yang pakai kerudung pun selalu keluar kencan dengan teman lakinya, pegang-pegang tangan.
” Ani ini, walaupun tak pakai kerudung, tak pernah berbuat semacam itu!”
Pada satu hari ada orang yang baru pindah dan berdampingan dengan rumah kami. Sebuah keluarga yang mempunyai enam orang anak yang masih kecil. Suaminya bernama Abu khoiri, (nama sebenarnya siapa, tak dapat dipastikan). Saya mengenalinya sewaktu di masjid. Setelah beberapa lama mereka tinggal berdampingan dengan rumah kami, timbul desas-desus mengenai Isteri Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga ada yang mengira istrinya itu buta, bisu dan tuli.
Perkara ini telah sampai ke pengetahuan adik.
Dia bertanya kepada saya, "Mas, apa betul orang yang baru pindah itu, isterinya buta, bisu dan tuli?" Lalu saya menjawab sambil tertawa, "kalau ingin lebih tahu, pergi rumah mereka, tanya sendiri". Rupa-rupanya adik menganggap serius kata-kata saya dan benar-benar pergi ke rumah Abu Khoiri. Sekembalinya dari rumah mereka, saya melihat perubahan yang benar-benar mendadak pada wajah adik. Wajahnya yang tak pernah muram atau lesu menjadi pucat pasi......entah apa yang telah terjadi?
Namun, selang dua hari kemudian, dia minta ibu buatkan kerudung. Kerudung yang labuh. Adik pakai baju labuh......lengan panjang pula ...saya sendiri jadi bingung..bingung campur syukur kepada Allah SWT kerana saya melihat perubahan yang ajaib..
Ya, saya kata kan ajaib karena dia berubah seratus persen!
Tiada lagi anak-anak muda atau teman-temannya yang datang ke rumah hanya untuk berbincang tentang masalah yang tidak tentu arah... saya lihat, dia banyak merenung, banyak baca majalah Islam (biasanya dia suka beli majalah hiburan), dan saya lihat ibadahnya pun melebihi saya sendiri..tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur'annya, solat sunnahnya..dan yang lebih menakjubkan lagi, bila kawan-kawan saya datang, dia menundukkan pandangan..
Segala puji bagi Engkau wahai Allah, jerit hati saya..
Tidak lama kemudian, saya mendapat panggilan untuk bekerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan minyak CALTEX. Dua bulan saya bekerja di sana, saya mendapat kabar bahwa adik sakit berat hingga ibu memanggil saya pulang ke rumah (rumah saya di Madiun). Dalam
perjalanan, saya tak henti-henti berdoa kepada Allah SWT agar adik diberi kesembuhan, hanya itu yang mampu saya usahakan.
Ketika saya sampai di rumah..di depan pintu sudah ramai orang..hati berdebar-debar, tak dapat ditahan.....saya berlari masuk ke dalam rumah..saya lihat ibu menangis .. saya segera
menghampiri ibu lantas memeluknya........dalam isak tangisnya ibu memberitahu, "Dhi, adik boleh mengucapkan kalimat Syahadah di akhir hidupnya"..air mata ini tak dapat
ditahan lagi...
Setelah selesai upacara pengebumian dan lain-lainnya, saya masuk ke bilik adik. Saya lihat di atas mejanya terletak sebuah diari. Diari yang selalu adik tulis. Diari tempat adik menghabiskan waktunya sebelum tidur semasa hidupnya. Kemudian diari itu saya buka sehelai demi sehelai...hingga sampai pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hati ini. Perubahan yang terjadi ketika adik baru pulang dari rumah Abu khoiri..disitu tertera soal jawab antara adik dan isteri tetangga saya itu.
Butirannya seperti ini : Soal jawab (saya lihat di lembaran itu terdapat banyak bekas air mata)
Annisa :
“ aku heran, wajah wanita ini cerah dan bersinar seperti bidadari "ibu.. wajah ibu sangat muda dan cantik ”.
Isteri tetangga kami :
” Alhamdulillah ..sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati “
Annisa :
“ tapi ibu kan dah punya anak enam ..tapi masih kelihatan cantik?? “
Isteri tetangga kami :
” Subhanallah..sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT. Dan bila Allah SWT
berkehendak..siapakah yang boleh menolaknya? “
Annisa:
“ Ibu..selama ini ibu saya selalu menyuruh saya memakai kerudung..tapi saya selalu menolak karena saya rasa tak ada masalah kalau saya tak pakai kerudung asalkan saya berkelakuan baik. Saya lihat, banyak wanita yang pakai kerudung tapi kelakuannya melebihi kami yang tak pakai.. Sampaikan saya tak pernah rasa untuk pakai kerudung.. pendapat ibu bagaimana?”
Isteri tetangga kami :
Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga hujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT nanti dan tudung adalah
perlindungan untuk wanita.
Annisa:
“ tapi yang saya tengok, banyak wanita berkerudung yang kelakuannya tak elok”.
Isteri tetangga kami :
” Kerudung hanyalah kain, tapi hakikat atau makna di balik kerudung itu sendiri yang harus kita fahami...”
Annisa
“Apakah hakikat kerudung?”.
Isteri tetangga kami :
Hakikat kerudung adalah perlindungan zahir batin, lindungi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan muhram kamu, lindungi lidah kamu dari mengumpat orang dan berbicara perkara yang sia-sia .. senatiasalah lazimi lidah dengan zikir kepada Allah SWT, lindungi telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat, lindungi hidungmu dari mencium segala yang berbau busuk, lindungi tangan-
tangan kamu dari berbuat sesuatu yang tidak senonoh, lindungi kaki kamu dari melangkah menuju maksiat, lindungi fikiran kamu dari berfikir perkara yang mengundang syaitan untuk memperdayai nafsu kamu, lindungi hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah biasa, maka kerudung yang kamu pakai akan menyinari hati kamu.. itulah hakikat kerudung..
Annisa:
“ Ibu, sekarang saya sudah jelas tentang arti kerudung... mudah-mudahan saya mampu pakai kerudung “. Tapi, bagaimana saya ingin berbuat semua itu?
Isteri tetangga kami :
Duhai nisa, bila kamu memakai kerudung, itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat , bila kamu mensyukuri rahmat itu, kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan 'kerudung' hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.
Duhai nisa .ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan..ketika ditiup sangkakala yang kedua, .pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput maupun tumbuhan, ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gelita, ketika seluruh manusia ketakutan, ketika ibu tidak mempedulikan anaknya, anak tidak mempedulikan ibunya, sanak-saudara tidak kenal satu sama lain lagi, antara satu sama lain boleh menjadi musuh lantaran satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini, ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya mempedulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berpeluh kesah, rasa takut yang luar biasa hingga tenggelam dirinya akibat peluh yang banyak, dan bermacam macam rupa-rupa bentuk manusia yang tergantung amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syaitan, semuanya menangis.. Menangis karena hari itu Allah SWT murka.. Belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu. Hingga ribuan tahun manusia dibiarkan Allah SWT di padang mahsyar yang panas membara hinggalah sampai ke Timbangan Mizan. Hari itulah dipanggil hari Hisab..
Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal pada hari ini, entah dengan apa nanti kita akan menjawab bila kita ditanya oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung.. Allah SWT.
Sampai di sini saja kisah itu saya baca karena di sini tulisannya terhenti dan saya lihat banyak titisan air mata yang jatuh dari pelupuk matanya..
Subhanallah ...
Saya lihat halaman berikutnya dan saya lihat tertera tulisan kecil di bawah tulisan itu "buta, tuli dan bisu.."
Wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita tidak pernah berbicara ghibah dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia.. "Tak tahan air mata ini pun jatuh". Semoga Allah SWT menerima adikku di sisi-Nya..
Amin....Subhanallah
Saya Berharap cerita ini boleh menjadi iktiar bagi kita semua.
Artikel yang boleh banget lainnya :
1.Bersyukur atas segala karunia-Nya
2.Hari Pahlawan
3.Mencintai dan Memakmurkan Rumah Allah
4.Kekuatan Ilmu
5.Niat dari Hati
Ada seseorang bercerita mengenai kisah adiknya dan membahasakan dirinya sebagai SAYA dalam ceritanya :
Adik saya seorang gadis yang baru menginjak dewasa tetapi agak kasar dan suka berkelakuan seperti lelaki. Ketika usianya 17 tahun perkembangan tingkah lakunya benar-benar membimbangkan ibu.
Dia sering membawa teman-teman lelakinya pulang ke rumah. Situasi ini menyebabkan ibu tidak senang tambahan pula ibu merupakan guru Al-Quran. Untuk menghindarkan dari pergaulan yang terlalu bebas, ibu telah meminta adik memakai kerudung. Permintaan ibu itu ditolaknya sehingga sering kali terjadi pertengkaran-pertengkaran kecil antara mereka.
Pernah pada suatu masa, adiknya berkata dengan suara yang agak keras, " coba ibu lihat, orang-orang lain pun ada yang anaknya pakai kerudung, tapi perangainya sama aja macam orang yang tak pakai kerudung. Sampai kawan-kawan Ani dekat sekolah, yang pakai kerudung pun selalu keluar kencan dengan teman lakinya, pegang-pegang tangan.
” Ani ini, walaupun tak pakai kerudung, tak pernah berbuat semacam itu!”
Pada satu hari ada orang yang baru pindah dan berdampingan dengan rumah kami. Sebuah keluarga yang mempunyai enam orang anak yang masih kecil. Suaminya bernama Abu khoiri, (nama sebenarnya siapa, tak dapat dipastikan). Saya mengenalinya sewaktu di masjid. Setelah beberapa lama mereka tinggal berdampingan dengan rumah kami, timbul desas-desus mengenai Isteri Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga ada yang mengira istrinya itu buta, bisu dan tuli.
Perkara ini telah sampai ke pengetahuan adik.
Dia bertanya kepada saya, "Mas, apa betul orang yang baru pindah itu, isterinya buta, bisu dan tuli?" Lalu saya menjawab sambil tertawa, "kalau ingin lebih tahu, pergi rumah mereka, tanya sendiri". Rupa-rupanya adik menganggap serius kata-kata saya dan benar-benar pergi ke rumah Abu Khoiri. Sekembalinya dari rumah mereka, saya melihat perubahan yang benar-benar mendadak pada wajah adik. Wajahnya yang tak pernah muram atau lesu menjadi pucat pasi......entah apa yang telah terjadi?
Namun, selang dua hari kemudian, dia minta ibu buatkan kerudung. Kerudung yang labuh. Adik pakai baju labuh......lengan panjang pula ...saya sendiri jadi bingung..bingung campur syukur kepada Allah SWT kerana saya melihat perubahan yang ajaib..
Ya, saya kata kan ajaib karena dia berubah seratus persen!
Tiada lagi anak-anak muda atau teman-temannya yang datang ke rumah hanya untuk berbincang tentang masalah yang tidak tentu arah... saya lihat, dia banyak merenung, banyak baca majalah Islam (biasanya dia suka beli majalah hiburan), dan saya lihat ibadahnya pun melebihi saya sendiri..tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur'annya, solat sunnahnya..dan yang lebih menakjubkan lagi, bila kawan-kawan saya datang, dia menundukkan pandangan..
Segala puji bagi Engkau wahai Allah, jerit hati saya..
Tidak lama kemudian, saya mendapat panggilan untuk bekerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan minyak CALTEX. Dua bulan saya bekerja di sana, saya mendapat kabar bahwa adik sakit berat hingga ibu memanggil saya pulang ke rumah (rumah saya di Madiun). Dalam
perjalanan, saya tak henti-henti berdoa kepada Allah SWT agar adik diberi kesembuhan, hanya itu yang mampu saya usahakan.
Ketika saya sampai di rumah..di depan pintu sudah ramai orang..hati berdebar-debar, tak dapat ditahan.....saya berlari masuk ke dalam rumah..saya lihat ibu menangis .. saya segera
menghampiri ibu lantas memeluknya........dalam isak tangisnya ibu memberitahu, "Dhi, adik boleh mengucapkan kalimat Syahadah di akhir hidupnya"..air mata ini tak dapat
ditahan lagi...
Setelah selesai upacara pengebumian dan lain-lainnya, saya masuk ke bilik adik. Saya lihat di atas mejanya terletak sebuah diari. Diari yang selalu adik tulis. Diari tempat adik menghabiskan waktunya sebelum tidur semasa hidupnya. Kemudian diari itu saya buka sehelai demi sehelai...hingga sampai pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hati ini. Perubahan yang terjadi ketika adik baru pulang dari rumah Abu khoiri..disitu tertera soal jawab antara adik dan isteri tetangga saya itu.
Butirannya seperti ini : Soal jawab (saya lihat di lembaran itu terdapat banyak bekas air mata)
Annisa :
“ aku heran, wajah wanita ini cerah dan bersinar seperti bidadari "ibu.. wajah ibu sangat muda dan cantik ”.
Isteri tetangga kami :
” Alhamdulillah ..sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati “
Annisa :
“ tapi ibu kan dah punya anak enam ..tapi masih kelihatan cantik?? “
Isteri tetangga kami :
” Subhanallah..sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT. Dan bila Allah SWT
berkehendak..siapakah yang boleh menolaknya? “
Annisa:
“ Ibu..selama ini ibu saya selalu menyuruh saya memakai kerudung..tapi saya selalu menolak karena saya rasa tak ada masalah kalau saya tak pakai kerudung asalkan saya berkelakuan baik. Saya lihat, banyak wanita yang pakai kerudung tapi kelakuannya melebihi kami yang tak pakai.. Sampaikan saya tak pernah rasa untuk pakai kerudung.. pendapat ibu bagaimana?”
Isteri tetangga kami :
Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga hujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT nanti dan tudung adalah
perlindungan untuk wanita.
Annisa:
“ tapi yang saya tengok, banyak wanita berkerudung yang kelakuannya tak elok”.
Isteri tetangga kami :
” Kerudung hanyalah kain, tapi hakikat atau makna di balik kerudung itu sendiri yang harus kita fahami...”
Annisa
“Apakah hakikat kerudung?”.
Isteri tetangga kami :
Hakikat kerudung adalah perlindungan zahir batin, lindungi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan muhram kamu, lindungi lidah kamu dari mengumpat orang dan berbicara perkara yang sia-sia .. senatiasalah lazimi lidah dengan zikir kepada Allah SWT, lindungi telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat, lindungi hidungmu dari mencium segala yang berbau busuk, lindungi tangan-
tangan kamu dari berbuat sesuatu yang tidak senonoh, lindungi kaki kamu dari melangkah menuju maksiat, lindungi fikiran kamu dari berfikir perkara yang mengundang syaitan untuk memperdayai nafsu kamu, lindungi hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah biasa, maka kerudung yang kamu pakai akan menyinari hati kamu.. itulah hakikat kerudung..
Annisa:
“ Ibu, sekarang saya sudah jelas tentang arti kerudung... mudah-mudahan saya mampu pakai kerudung “. Tapi, bagaimana saya ingin berbuat semua itu?
Isteri tetangga kami :
Duhai nisa, bila kamu memakai kerudung, itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat , bila kamu mensyukuri rahmat itu, kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan 'kerudung' hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.
Duhai nisa .ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan..ketika ditiup sangkakala yang kedua, .pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput maupun tumbuhan, ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gelita, ketika seluruh manusia ketakutan, ketika ibu tidak mempedulikan anaknya, anak tidak mempedulikan ibunya, sanak-saudara tidak kenal satu sama lain lagi, antara satu sama lain boleh menjadi musuh lantaran satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini, ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya mempedulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berpeluh kesah, rasa takut yang luar biasa hingga tenggelam dirinya akibat peluh yang banyak, dan bermacam macam rupa-rupa bentuk manusia yang tergantung amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syaitan, semuanya menangis.. Menangis karena hari itu Allah SWT murka.. Belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu. Hingga ribuan tahun manusia dibiarkan Allah SWT di padang mahsyar yang panas membara hinggalah sampai ke Timbangan Mizan. Hari itulah dipanggil hari Hisab..
Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal pada hari ini, entah dengan apa nanti kita akan menjawab bila kita ditanya oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung.. Allah SWT.
Sampai di sini saja kisah itu saya baca karena di sini tulisannya terhenti dan saya lihat banyak titisan air mata yang jatuh dari pelupuk matanya..
Subhanallah ...
Saya lihat halaman berikutnya dan saya lihat tertera tulisan kecil di bawah tulisan itu "buta, tuli dan bisu.."
Wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita tidak pernah berbicara ghibah dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia.. "Tak tahan air mata ini pun jatuh". Semoga Allah SWT menerima adikku di sisi-Nya..
Amin....Subhanallah
Saya Berharap cerita ini boleh menjadi iktiar bagi kita semua.
Artikel yang boleh banget lainnya :
1.Bersyukur atas segala karunia-Nya
2.Hari Pahlawan
3.Mencintai dan Memakmurkan Rumah Allah
4.Kekuatan Ilmu
5.Niat dari Hati

No comments:
Post a Comment