Saturday, January 7, 2012

Hikmah Sakit

Bismillahirrohmanirrohim,,,

Semua orang pastinya pernah merasakan sakit. Mungkin sakit secara fisik maupun psikis. Mengeluh, merintih, bahkan menangis kadang selalu setia menemani saat kita sedang sakit. Meskipun begitu, tetaplah bersyukur atas sakit yg kita derita.

Ilustrasi(Inet)

Karena semua yang Allah timpakan kepada kita tidaklah ada yang sia-sia.. Ada ilmu dan pelajaran dari berbagai hal dan peristiwa yang kita alami. Termasuk sakit itu sendiri


Coba sahabat tengok kisah nabi kita, Nabi Ayub AS.. Beliau ditimpa penyakit,ditinggal mati oleh anak-anaknya dan juga istrinya pun akhirnya meninggalkan beliau sendiri.
Nabi Ayub adalah hamba yang saleh dari hamba-hamba Allah SWT. Allah SWT menginginkan untuk mengujinya dalam hartanya, keluarganya, dan badannya. Hartanya hilang sehingga ia menjadi orang fakir setelah sebelumnya ia termasuk orang yang paling kaya. Kemudian ia ditinggalkan oleh istrinya dan keluarganya sehingga ia merasakan arti kesunyian dan kesendirian lalu ia ditimpa penyakit dalam tubuhnya dan ia merasa menderita karenanya, tetapi beliau tetap sabar menghadapi semua itu dan tetap bersyukur kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: 'Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.' (Allah berfirman): 'Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami mendapati dia (Ayuh) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia sangat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 41-44)


"Dan (ingatlah kisah) Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: ('Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.' Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyahit yang ada padanya dan Kami kembalihan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah." (QS. al-Anbiya': 83-84).

Kita memang manusia biasa, yang terkadang tidak kuasa menahan cobaan dan ujian yang diberikan Allah kepada kita. Namun Allah pun tidak akan memberi badai cobaan melebihi kemampuan hambanya.

Bukankah kita diciptakan begitu sempurna oleh Allah. Diberi kepercayaan oleh-Nya untuk memelihara dan memimpin (khalifah) di muka bumi ini? Allah tidak menciptakan kita untuk kesia-siaan belaka.

Wahai sahabat…
Hikmah dan pelajaran dapat kita ambil dari si “sakit” ini adalah
- Kala sakit itu melanda, kita belajar agar terus mengingat Allah baik di waktu sehat maupun sakit menyapa.
- Ketika sakit itu datang, kita diberi kesempatan untuk beristirahat dan tidak selalu menyibukkan diri kita..
- Waktu sakit menghampiri, kita belajar tabah dan bersabar diri
- Saat sakit itu menemani, kita diingatkan betapa masa dikala kita sehat begitu berharga. Sehingga kita selalu berbuat sebaik-baiknya untuk kehidupan ini.
- Ketika sakit menyapa, Rasulullah bersabda; " Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya".(HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah hikmah dari sebab turunnya sakit, yang terkadang tidak banyak diketahui oleh kita. Yang kadang kita jika timpa sakit ataupun musibah lainnya, malah mencaci maki, berkeluh kesah, bahkan yang lebih parah meratapi nasib dan berburuk sangka kepada Takdir Allah. Naudzubillah…

Padahal apabila kita mengetahui hikmah dibalik semua itu, maka insyaallah sakit atau musibah lainnya akan terasa ringan karena banyaknya Rahmat dan Kasih Sayang-Nya
Karena dengan sakit pula, Allah menunjukkan betapa sayang-Nya kepada kita.

Semoga kita selalu dapat mengambil hikmah dari semua peristiwa, kejadian, musibah dan anugerah yang diberikan Allah kepada kita. Dan tak sedikitpun dalam hati kita, berburuk sangka kepada-Nya.

Ya Allah…
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…
Rahmat dan kasih sayang-Mu selalu berkumandang…
Baik ketika sinar kebahagiaan datang…
Maupun sakit serta musibah semakin meradang…

Berikanlah kami kesabaran dan rasa syukur yang panjang…
Atas segalanya yang engkau berikan…


Amien Ya Robbal Alamin…
^_^



Artikel yang boleh banget lainnya :
1.Allah adalah Sumber Motivasi
2.Semangat Karena-Nya
3.7 Kunci Kebahagiaan di Dunia(1)
4.Kerinduan Hati
5.Kesabaran Tiada Batasnya

No comments:

Post a Comment