Tuesday, December 27, 2011

7 Kunci Kebahagiaan di Dunia (3)

Kunci pertama dan kedua sudah kita pegang. Apalagi kunci berikutnya yang membuat kebahagiaan di dunia terasa komplit..? Adalah Al auladan abrar (Anak yang sholeh) yang merupakan kunci ke-3 kebahagiaan di dunia.

Ilustrasi (inet)

Wahai saudaraku…

Pernah mendengar atau mengetahui kisah bocah umur 6 tahun yang mengurus dan merawat ibunya yang mengalami kelumpuhan sejak 2 tahun? Pasti sudah pernah bukan! Kisahnya pun oleh salah satu band papan atas Indonesia dituangkan dalam sebuah lagu. Bocah yang berasal dari polewali mandar Sulawesi barat itu bernama Sinar.

Subhanallah.. Betapa luar biasanya bocah tersebut. Masih sekecil itu sudah harus merawat, membuat makanan dan minum, memasak dan segala keperluan ibunya yang lumpuh..

Ada kisah lain pada jaman Rasullullah SAW tentang kesholehan seorang anak.
Saat Rasullullah SAW Thawaf, beliau bertemu dengan seseorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasullullah pun menghampirinya. Dan bertanya kepada anak muda itu, “kenapa pundakmu itu?”. Jawab anak muda itu; "Ya Rasullullah,saya dari Yaman, saya punya seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu ketika buang hajat,ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya, “ Ya Rasullullah, apakah aku sudah termasuk orang-orang yang sudah berbakti kepada orang tua?”

Nabi SAW memeluk anak muda itu dan mengatakan,” Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang sholeh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orang tuamu tidak akan cukup terbalaskan olehmu”. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup membalas cinta dan kebaikan orang tua, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin diijabah oleh Allah SWT.

Wahai saudaraku yang baik hatinya…
Bagaimana dengan kita. Apakah sudah begitu banyak meluangkan waktu untuk keluarga kita, lebih-lebih kepada sosok ibu. Yang sejak kecil merawat dan membesarkan kita hingga dewasa seperti ini.
Marilah kita selalu berusaha sibuk untuk memperbaiki diri..

Sudahkah kita membuat mereka tersenyum indah dihadapan kita..
Atau mungkin malah sering membuat mereka menangis?
Sudahkah kita lebih perhatian mereka..dibanding pacar kita?
Sampai-sampai terkadang kita lebih tahu tanggal lahir sang pacar dari pada sang ibu kita sendiri..
Janganlah sampai itu terjadi…
Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.

Anak yang sholeh pun tidak terbentuk dengan sendirinya. Dalam hal ini peran orang tua juga sangat menentukkan pertumbuhan kepribadian sang anak itu sendiri. Islampun amat mendorong seseorang untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dalam hal agama, sehingga nantinya anak tersebut tumbuh menjadi anak sholeh.

Ketika kita membesarkan anak dengan celaan,maka dia pun belajar memaki
Membesarkannya dengan toleransi, sehingga dia belajar menahan diri
Dengan pujian, dia belajar menghargai
Menuntunnya berbagi, ia belajar kedermawaan
Selalu menanamkan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Serta dengan ketentraman, dia belajar mendamaikan diri

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)

Betapa doa anak yang sholeh merupakan penolong amalan orang tuanya..
Subhanallah….
Semoga kita semua tergolong anak-anak yang sholeh dan sholehah..
Yang selalu membawa kebahagiaan dan kemanfaatan bagi kedua orang tua kita..
Dan semoga kita juga termasuk calon orang tua yang dapat membimbing buah hati kita menuju kebaikan dan kebahagiaan hakiki.

Di akhirat nanti.. pastilah kita diminta pertanggungjawaban peran kita sebagai orang tua.
Karena anak adalah amanah dari Sang Pemilik Jagat Raya ini.. Allah SWT.
Dan anaklah yang bahkan bisa membuat kita masuk neraka..
Ataukah dengan kebaikannya, sehingga surga pun dihadapkan langsung kepada kita..

Waallahu wa’alam





Artikel yang boleh banget lainnya :
1.Kisah Burung Gagak
2.Cinta kan Selalu Bersemi
3.Kisah Sebuah Pernikahan
4.7 Kunci Kebahagiaan di Dunia (1)
5.7 Kunci Kebahagiaan di Dunia (2)

No comments:

Post a Comment