Bismillahirrohmanirrokhim...
Pada suatu pagi, ketika diadakan rapat antar departemen di sebuah perusahaan.
Peserta rapat sedang membicarakan hasil evaluasi rutin bulanan.
Salah seorang tiba-tiba menguap ditengah rapat yang berlangsung serius.
Peserta rapat lain spontan mengarahkan pandangan kepadanya. Atasan yang juga ikut rapat, menggelengkan kepalanya. Sang Bos, yang merangkap sebagai pemimpin rapat, langsung menegur karyawan yang menguap tadi,
"Saya kecewa sekali dengan anda, sepertinya anda tidak peduli dengan rapat ini! "
Karyawan itu langsung tertunduk. wajahnya pucat. Ia berkata lirih,
"Maaf, saya ingin menyampaikan sesuatu. Saya seharusnya tidak bisa ikut rapat ini. tetapi mengingat rapat ini sangat penting, saya mencoba hadir."
Matanya berkaca-kaca, " Anak saya tadi malam mengalami kecelakaan."
Saat ini sedang dirawat, di ICU Rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Jadi tadi malam, saya tidak bisa tidur."
Semua peserta rapat langsung tertunduk. Mereka terjerumus pada prasangka, paradigma yang menganggap, jika ada orang yang menguap di tengah rapat diartikan orang tersebut "tidak antusias". Sebuah Prasangka Negatif.
Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Hujurat (Bilik-bilik) ayat 12;
"Hai orang yang beriman! Janganlah terlalu banyak sangka menyangka. Sungguh, sebagian prasangkaan adalah dosa. Janganlah saling mematai, dan janganlah saling memfitnah..."
Tindakan kita sangat tergantung dengan alam pikiran kita masing-masing. Dan setiap orang punya kebebasan untuk merespon itu. Engkaulah yang bertanggung jawab penuh atas sikap dan perilaku yang anda munculkan. Engkau adalah "Raja" dari pikiran diri anda sendiri. Bukan lingkungan sekitar anda. Namun lingkungan ikut berperan dalam memengaruhi cara berpikir seseorang. Apabila lingkungannya buruk, maka ia pun menjadi buruk, selalu curiga dan berprasangka negatif kepada orang lain.
Wahai saudaraku yang baik hatinya...
"Hindarilah berprasangka buruk,berusahalah berprasangka baik kepada orang lain"
Wahai saudaraku yang selalu berpikir positif.
Jauhilah prasangka buruk itu,karena tak satu pun itu membawa kebaikan.
Baik bagi dirimu dan orang lain...
+_+
Pada suatu pagi, ketika diadakan rapat antar departemen di sebuah perusahaan.
Peserta rapat sedang membicarakan hasil evaluasi rutin bulanan.
Salah seorang tiba-tiba menguap ditengah rapat yang berlangsung serius.
Peserta rapat lain spontan mengarahkan pandangan kepadanya. Atasan yang juga ikut rapat, menggelengkan kepalanya. Sang Bos, yang merangkap sebagai pemimpin rapat, langsung menegur karyawan yang menguap tadi,
Ilustrasi (elqorni.wordpress.com)
"Saya kecewa sekali dengan anda, sepertinya anda tidak peduli dengan rapat ini! "
Karyawan itu langsung tertunduk. wajahnya pucat. Ia berkata lirih,
"Maaf, saya ingin menyampaikan sesuatu. Saya seharusnya tidak bisa ikut rapat ini. tetapi mengingat rapat ini sangat penting, saya mencoba hadir."
Matanya berkaca-kaca, " Anak saya tadi malam mengalami kecelakaan."
Saat ini sedang dirawat, di ICU Rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Jadi tadi malam, saya tidak bisa tidur."
Semua peserta rapat langsung tertunduk. Mereka terjerumus pada prasangka, paradigma yang menganggap, jika ada orang yang menguap di tengah rapat diartikan orang tersebut "tidak antusias". Sebuah Prasangka Negatif.
Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Hujurat (Bilik-bilik) ayat 12;
"Hai orang yang beriman! Janganlah terlalu banyak sangka menyangka. Sungguh, sebagian prasangkaan adalah dosa. Janganlah saling mematai, dan janganlah saling memfitnah..."
Tindakan kita sangat tergantung dengan alam pikiran kita masing-masing. Dan setiap orang punya kebebasan untuk merespon itu. Engkaulah yang bertanggung jawab penuh atas sikap dan perilaku yang anda munculkan. Engkau adalah "Raja" dari pikiran diri anda sendiri. Bukan lingkungan sekitar anda. Namun lingkungan ikut berperan dalam memengaruhi cara berpikir seseorang. Apabila lingkungannya buruk, maka ia pun menjadi buruk, selalu curiga dan berprasangka negatif kepada orang lain.
Wahai saudaraku yang baik hatinya...
"Hindarilah berprasangka buruk,berusahalah berprasangka baik kepada orang lain"
Wahai saudaraku yang selalu berpikir positif.
Jauhilah prasangka buruk itu,karena tak satu pun itu membawa kebaikan.
Baik bagi dirimu dan orang lain...
+_+

No comments:
Post a Comment